Sun. Apr 5th, 2020

Kabar The Jakmania

Informasi seputar Persija terlengkap buat kalian Jak!

Gede Widiade Mustahil, Ketua The Jakmania Desak Nirwan Bakrie Turun Tangan untuk Menyelamatkan Persija

2 min read
Ketua The Jakmania meminta segera Niwrwan Bakrie Turun Tangan selamatkan Persija

Seiring dengan derasnya desakan mundru terhadap Ferry Paulus, Tauhid Indrasjarief memiliki solusi. Ketua Jakmania berharap agar Grup Bakrie, sebagai pemilik Persija Jakarta, akan turun tangan.

“Saya harap Bakrie turun tangan. Jangan hanya memberi pion yang merawat Persija Jakarta,” kata pria yang akrab disapa Bung Ferry ini kepada wartawan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (9/1/2019).

“Pak Nirwan (Bakrie) langsung baik-baik saja. Setidaknya, mari kita bicara tentang manajemen. Dia ingin dibawa ke klub ini. Ini Persija, Anda tahu. Satu-satunya klub yang belum pernah terdegradasi, satu-satunya klub yang telah menang 11 gelar liga “Indonesia, hanya menggunakan satu bintang sejati Persija,” kata Ferry.

Ferry Paulus, yang memegang posisi Chief Executive Officer (CEO) Persija Jakarta, tampaknya menjadi target The Jakmania ketika pertandingan itu menjamu Perseru Badak dari Lampung FC pada minggu ke-17 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Stadion Patriot Candrabhaga Stadium , Bekasi, Minggu (1/1) 9/2019).

Banyak Jakmania memegang spanduk yang meminta pemunduran dari Ferry Paulus dan permintaan juga disuarakan melalui lagu selama pertandingan.

Gede Widiade Tidak Dapat Kembali

Sejak musim ini, Ferry Paulus dan Kokoh Afiat telah mengambil alih posisi Gede Widiade sebagai pengendali Persija Jakarta. Di era Gede, tim berjuluk Macan Kemayoran menikmati kesuksesan besar dengan memenangkan tiga trofi sekaligus musim lalu.

Ketika menyinggung kemungkinan Gede Widiade kembali ke Persija, Ferry pesimis.

“Tapi, itu sulit. Jika ada keinginan, itu hanya sulit. Itu Bakrie,” kata Ferry.

Sebagai solusi awal, Ferry ingin agar manajemen Persija di era Pauline terbuka dan mengundang The Jakmania untuk berdiskusi. Dia merasa bahwa manajemen Macay Kemayoran lebih tertutup daripada saat dipegang oleh Gede.

“Manajemen tidak pernah menanggapi. Saya telah berulang kali meminta untuk bertemu. Setidaknya, mari kita bisukan suara-suara ini. Mereka (manajemen) melihat, ada banyak kritik, tetapi di belakang itu, mereka (pendukung) masih bernyanyi. Itu berarti mereka ( pendukung) cinta. Kritik bukanlah kebencian. Mereka tetap bernyanyi dengan segenap kekuatan mereka. Ingin membangkitkan lebih banyak antusiasme. Omong-omong, ayo, bicara, “kata Ferry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.