Mon. Apr 6th, 2020

Kabar The Jakmania

Informasi seputar Persija terlengkap buat kalian Jak!

Hati Kapten Timnas Indonesia Hancur Akibat Ulah Suporter Perusuh

2 min read
Hati Kapten Timnas Indonesia hancur Melihat ulah Suporter

Kapten tim nasional Indonesia, Andritany Ardhiyasa, sangat kecewa dengan kekalahan 2-3 yang diderita timnya dari Malaysia dalam pertandingan pembuka Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Bung Karno Main (SUGBK), Kamis (05/5) 09/2019).

Namun, Andritany Ardhiyasa mengklaim hatinya lebih hancur melihat tindakan tidak terhormat yang dilakukan oleh pendukung tim nasional Indonesia yang menyebabkan kekacauan. Menurut Andritany, pendukung harus bisa menghormati pendukung tim lawan.

Pertandingan Tim Nasional Indonesia vs Malaysia dirusak oleh kekacauan suporter pada menit ke-71. Alasannya adalah para pendukung Merah Putih berusaha datang dan menyerang tribun pendukung Malaysia.

Bahkan, pendukung Malaysia juga dibombardir dengan benda-benda keras seperti lemparan botol. Tidak cukup sampai di sana, teror berlanjut dengan kehadiran dua bom asap ke tribun pendukung Harimau Melayu.

“Selamat untuk Malaysia. Kekalahan ini cukup menyakitkan karena kami mampu unggul dua kali dan akhirnya kalah. Sayangnya dan kecewa pasti,” kata Andritany usai pertandingan.

“Namun, hati saya lebih sakit untuk melihat apa yang terjadi di dalam stadion sebelumnya. Ini menodai nama baik Indonesia. Jujur, saya sebagai kapten sangat sedih dengan perilaku para pendukung tim nasional Indonesia yang tidak bermoral,” kata kiper Persija Jakarta .

Kekalahan Malaysia membuat tim nasional Indonesia terdampar di dasar klasemen Grup G di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Dalam pertarungan berikutnya, Alberto Goncalves dkk. akan menjamu Thailand di SUGBK, Selasa (9/10/2019).

Bukan karena Kerusuhan Pendukung

Andritany Ardhiyasa menambahkan, kekalahan yang diderita tim nasional Indonesia bukan disebabkan oleh kerusuhan suporter. Menurutnya, hal semacam ini tidak membuat timnya terganggu karena itu biasa terjadi di Liga 1.

“Kami tidak ingin menemukan alasan (apakah kerusuhan) mengganggu atau tidak. Kami harus memperbaiki semuanya. Jika terganggu, maka kedua tim terganggu,” kata Andritany Ardhiyasa.

“Jadi, bagi saya keresahan ini tidak mengganggu sama sekali. Sudah terbiasa dengan Liga Indonesia dan kita tidak boleh terbiasa (pendukung kerusuhan),” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.