Sun. Jul 5th, 2020

Kabar The Jakmania

Informasi seputar Persija terlengkap buat kalian Jak!

Persija dan Tim Lain dengan Kesulitan Berkompetisi di Putaran Pertama Shopee Liga 1 2019

2 min read
Persij dan Tim lain yg Kesulitan bersaing di Putaran pertama Shopee Liga 1 2019

Shopee Liga 1 2019 telah tiba di babak pertama yang berakhir pada hari Minggu (1/9/2019). Ada tiga klub yang sejauh ini berjuang untuk bersaing di kompetisi elit Indonesia.

Sejauh ini, hanya tujuh dari 18 peserta Shopee Liga 1 2019 yang telah memainkan 17 pertandingan di babak pertama. Masih banyak tim yang menunda pertandingan, jadi memang benar bahwa babak pertama belum benar-benar berlalu.

Bali United menduduki puncak klasemen dengan 40 poin dari 16 pertandingan. Soldier Tridatu memenangkan 13 kemenangan, satu imbang dan dua kekalahan.

Sementara itu, secara mengejutkan juara bertahan 2011, Persija Jakarta, tampak sulit untuk bersaing di Shopee Liga 1 2019. Klub berjuluk Macan Kemayoran berada di zona merah ke-17, karena hanya mengumpulkan 14 poin.

Namun, Persija Jakarta belum memainkan tiga pertandingan yang ditunda di babak pertama. Itu terjadi karena musim ini Persija memiliki jadwal yang ketat, yaitu bertarung di Piala AFC 2019 dan Piala Indonesia 2019.

Situasinya kurang dari ideal untuk tim sebesar Persija. Terutama Marko Simic et al. telah mengubah pelatihan dari Ivan Kolev ke Julio Banuelos.

“Kami menyadari situasi yang sangat sulit. Namun, kami akan bekerja keras. Kami akan mengatasi situasi ini,” kata Banuelos pada konferensi pers setelah pertandingan melawan FC Lampung Rhinos (1/9/2019).

“Yang penting sekarang adalah fokus memperbaiki kesalahan yang telah terjadi. Karena, kami belum bisa tampil dengan kekuatan penuh. Dapat dihitung bahwa beberapa pemain cedera, sehingga sangat berpengaruh dalam kinerja Persija Jakarta. . ” . “,” Kata Banuelos.

Situasi serupa dialami oleh Barito Putera. Klub berjuluk Laskar Antasari ini satu tingkat di atas Persija dengan keunggulan satu poin.

Barito Putera berjuang di awal musim yang memaksa pelatih Jacksen F. Tiago untuk mengundurkan diri setelah minggu kelima. Setelah itu, pelatih tim sementara, Yunan Helmi, masih tidak dapat meningkatkan kinerja Barito Putera.

Hanya pada 21 Agustus 2019 atau minggu ke-15 Shopee Liga 1 2019, Barito Putera mengumumkan kehadiran Djadjang Nurdjaman sebagai pelatih baru. Klub Kalimantan Selatan masih beradaptasi dengan Djanur, nama panggilan Djadjang Nurdjaman, dengan satu kemenangan dan satu kekalahan.

Semen Padang Mencari Konsistensi

Semen Padang diminta sebagai tim yang paling sulit untuk bersaing di babak pertama Shopee Liga 1 2019. Klub dari Sumatera Barat menjadi penjaga sementara karena hanya mengumpulkan 11 poin dari 16 kemenangan.

Tim Kabau Sirah hanya menang dua kali menang dan lima kali seri, dan sembilan pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Awan hitam di Semen Padang mengambil korban, yaitu pelatih Syafrianto Rusli, yang memilih untuk mengundurkan diri pada minggu ketujuh.

Pergantian kursi kepelatihan kemudian diberikan kepada asisten pelatih Welliansyah. Manajemen Semen Padang harus dapat menemukan pelatih permainan yang memiliki kualitas baik untuk dapat membangkitkan penampilan pemain.

Welliansyah memerintahkan agar manajemen mendatangkan pemain bagus yang memiliki naluri pembunuh di lini depan. Menurutnya, saat ini Semen Padang kehilangan ketajamannya sehingga sulit untuk bersaing di Shopee Liga 1 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.