Wed. Feb 26th, 2020

Kabar The Jakmania

Informasi seputar Persija terlengkap buat kalian Jak!

SEJARAH JAKMANIA

SEJARAH JAKMANIA – Jakmania didirikan sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas besar dan sekretariat Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap hari Selasa dan Jumat adalah rutinitas The Jakmania, baik administrator dan anggota untuk melakukan kegiatan pengumpulan untuk membahas pengembangan The Jakmania dan laporan dari setiap bidang manajemen.

Jangan lupa juga mendaftar untuk anggota baru dalam rutinitas. Gagasan ini muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija saat itu. Gagasan ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso. Sebagai pelatih untuk Persija, memang Bang Yos (nama panggilan akrabnya) sangat menyukai sepakbola. Dia ingin menghidupkan kembali sepakbola Jakarta yang telah lama hilang baik untuk tim dan pendukung atau pendukung.

Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan sebanyak 40 orang. Saat terbentuk, sebuah figur diketahui publik. Gugun Gondrong adalah sosok yang ideal pada saat itu. Meski dari selebritas, Gugun tidak mau bereaksi berlebihan. Dia ingin merasakan hal yang sama dengan yang lain.

Administrator Jakmania pada waktu itu akhirnya membuat lambang tangan dengan jari berbentuk J. Ide ini datang dari Edi Supatmo, yang pada waktu itu adalah Public Relations Persija. Hingga saat ini, simbol tersebut tetap dipertahankan dan selalu dipamerkan sebagai simbol identitas Jakmania.

Seiring dengan berakhirnya masa manajemen, Gugun digantikan oleh Ir. T. Ferry Indrasjarief. Ia lebih akrab dipanggil Bung Ferry. Masa jabatan Bung Ferry adalah pada periode 1999-2001 dan sekali lagi dipercaya untuk memimpin The Jakmania pada periode 2001-2003, 2003-2005.

Pria jangkung, tampan dan lulusan ITI Serpong ini adalah orang yang memimpin The Jakmania selama 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga merupakan anggota para pendukung Komando Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi Jakmania terorganisasi dengan baik. Maklum, Bung Ferry memang dimunculkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit untuk membuat warga Jakarta bergabung.

Untungnya, para administrator menemukan momentum yang tepat. Ketika tim nasional Indonesia berkompetisi di Piala Pra-Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan semakin banyak anggota mendaftar sekitar 7200 anggota, seorang Koordinator Regional (Korwil) dibentuk.

Dan hingga pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Kantor Regional. Setelah Pemilihan Umum 2005 diadakan, untuk memilih Ketua Umum baru, akhirnya Ketua Umum Baru periode 2005-2007 terpilih sebagai Sdr. Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil oleh Bung Danang.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.