Fri. Jun 5th, 2020

Kabar The Jakmania

Informasi seputar Persija terlengkap buat kalian Jak!

Sukses Bikin Penonton Gelap Malu, Arema Raih Rp 2 Miliar dari Laga Vs Persija

2 min read
Sukses Bikin Penonton Gelap Malu, Arema Raih Rp 2 Miliar dari Laga Vs Persija

Sukses Bikin Penonton Gelap Malu, Arema Raih Rp 2 Miliar dari Laga Vs Persija – Panpel Arema FC punya sebuah cara untuk menekan kebocoran tiket yang selama ini terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Saat pertandingan melawan Persija Jakarta pada Sabtu (23/11/2019), 43.400 tiket ludes terjual. Kapasistas stadion juga pas. Artinya, tidak ada yang meluber sampai sentelban.

“Kami menempelkan sebuah tulisan di setiap pintu masuk. Inti tulisannya penonton wajib bertiket. Hanya orang tak punya malu yang masuk tanpa tiket. Tulisan ini mujarab. Ketika ada orang yang ingin memasukkan keluarganya, petugas portir tinggal menujukkan tulisan dari panpel. Mereka pun balik kanan dan tidak jadi masuk karena malu,” kata ketua panpel Arema, Abdul Haris.

Rencananya, tulisan seperti itu akan diperbanyak pada laga kandang selanjutnya. Pasalnya, selama ini angka kebocoran tiket Arema lumayan tinggi. Khusus pertandingan kontra Persija, Arema mendapat pemasukan kotor sekitar Rp 2 miliar.

“Ini jadi yang tertinggi pada musim 2019,” sambungnya.

Selain memasang tulisan, panpel Arema FC juga menutup semua akses pintu yang biasanya digunakan oleh pengelola stadion dan instansi yang berkantor di Stadion Kanjuruhan. “Petugas di pintu masuk kemarin lebih maksimal,” pujinya.

Masih Ada Komplain Tribune VVIP

Ketika kebocoran tiket menurun, bukan berarti Aremania yang ada di dalam stadion sepenuhnya merasa nyaman. Masih ada beberapa kasus yang terjadi dan membuat suporter Arema FC menggerutu.

Seorang Aremania, Jony Setiawan, tidak bisa masuk stadion meski sudah mengantongi tiket VVIP.

“Saya agak lama berdebat. Dia tidak mengizinkan saya masuk tribune VVIP sesuai tiket saya karena sudah penuh. Lalu saya diarahkan ke VIP. Orang di belakang saya juga masih ada yang memakai tiket VVIP, akhirnya memilih pergi dan tidak mau berdebat. Yang membuat saya jengkel, ketika saya minta penjelasan dia tidak menghiraukan,” keluhnya.

Jony mendapatkan informasi tribune VVIP banyak digunakan untuk undangan, hingga orang penting di Kabupaten Malang.

“Setelah tidak bisa masuk, saya cari akal dan masuk lewat jalur undangan. Akhirnya bisa masuk tribune VVIP meskipun akhirnya duduknya di tangga. Padahal saya dengan istri dan anak-anak saya beli tiket,” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.